Tugas Kelompok
AKTIVA
TIDAK BERWUJUD
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur penulis panjatkan kepada
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidaya-Nya sehingga penulis makalah
ini dapat dirampungkan.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada
Ibu Dosen Pembimbing yang telah memberikan penulis materi, serta terima kasih
kepada rekan-rekan yang telah member sumbangsi kepada penulis dalam mengerjakan
makalah ini.
Makalah ini bertopik “Aktiva Tidak Berwujud” yang di dalamnya
membahas tentang segala sesuatu mengenai aktiva tidak berwujud.
Semoga makalah ini dapat memberi
informasi tentang ilmu mengenai aktiva tidak berwujud.
Penulis sadar akan kekurangan dalam
penulisan makalah ini, jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan
makalah ini mohon diberi saran atau masukan yang sifatnya membangun.
Wassalamu
alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Makassar, April 2011
Penulis
Aktiva Tak Berwujud
Didefinisikan sebagai aktiva modal
yang tidak mempunyai wujud fisik dan nilainya tergantung pada hak dan
keuntungan dari kepemilikan. Dimana banyak intagibles ini berupa semacam hak
monopoli kepada pemiliknya, seperti paten, copyright, franchise dll.
Aktiva tak berwujud mempunyai
karakteristik penting, yaitu :
1. Kurang
memiliki eksistensi fisik, tidak seperti aktiva
berwujud seperti property, pabrik, dan peralatan, aktiva tak berwujud
memperoleh nilai dari hak dan keistimewaan atau privilege yang diberikan pada
perusahaan yang menggunakannya.
2. Bukan
merupakan instrument keuangan, aktiva seperti
deposito bank, piutang usaha, dan investasi jangka panjang dalam obligasi serta
saham tidak memiliki substansi fisik, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai
aktiva tak berwujud. Aktiva ini merupakan instrument keuangan dan menghasilkan
nilainya dari hak untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa depan.
3. Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek
amortisasi, Aktiva tak berwujud menyediakan jasa selama periode bertahun
tahun. Investasi dalam aktiva ini biasanya dibebankan pada periode masa
mendatang melalui beban amortisasi periodic. Akuntansi untuk aktiva tak
berwujud mempunyai masalah yang sama dengan akuntansi aktiva jangka panjang
lainya, yaitu menentukan nilai terbawa awalnya, akuntansi untuk jumlah setelah
akuisisi dalam kondisi bisnis normal (amortisasi), dan akuntansi untuk jumlah
jika nilainya turun secara substansial serta terus-menerus.
Klasifikasi Aktiva Tak Berwujud
1. Cara
akuisisi ( manner of acquisition ). Aktiva tak berwujud dapat diperoleh dengan
cara membelinya dari entitas lain. Seperti membeli wiralaba atau paten dari
orang lain. Cara lain untuk memperoleh aktiva tak berwujud adalah dengan cara
membuatnya sendiri melalui operasi, contohnya adalah paten dan merek dagang.
2. Dapat
diidentifikasi ( identifiability ). Beberapa kativa tak berwujud dapat
diidentifikasi secara terpisah dari perusahaan lainya. Contohnya hak pataen,
merek dagang , dan wiralaba. Aktiva tak berwujud lainya tidak dapat dipisahkan
tetapi nilainya dapat diturunkan dari nilai aktiva yang berhubungan denganya.
Contohnya adalah goodwill, yang nilainya dibedakan atas beberapa factor seperti
loyalitas konsumen atas kualitas produk, dan bukan dari kepemilikan khusus.
3. Dapat
dipertukarkan ( exchangeability ). Beberapa aktiva tak berwujud dapat
diidentifikasi dapat dijual maupun dibeli, atau dengan kata lain dapat
dipertukarkan. Contohnya termasuk paten, merek dagang dan wiralaba. Aktiv atak
berwujud lainya, yang dapat depertukarkan kecual dengan menjual perusahaan itu
juga . Contohnya dalah biaya organisasi. Tidak ada pihak lain yang mau membeli
biaya organisasi ini secara terpisah ( terlepas dari perusahaanya ). Goodwill adalah
contoh aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi dan tidak dapat
dipertukarkan. Goodwill hanya hanya akan memepunyai nilai jika dikombinasikan
atau dihubungkan dengan aktiva lainya dan tidak dapat diperoleh kecuali dengan
mengakuisisi aktiva lainya secara simultan.
4. Periode
manfaat yang diharapkan ( period of expected benefit ). Beberapa aktiva tak
berwujud, seperti biaya organisasi, diharapkan dapat memeberikan manfaat kepada
perusahaan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Sebagai contoh paten
memeiliki umur hokum selama 17 tahun, dan periode manfaat leasehold yang
dicantumkan dalam kontrak lease.
Prinsip Akuntansi Dasar untuk Aktiva tak
berwujud
Akuntansi untuk aktiva tak berwujud
melibatkan prinsip dan prosedur akuntansi serupa yang diaplikasikan untuk
aktiva tak berwujud lainya, seperti properti, pabrik dan peralatan yaitu :
1. Pada
akuisisi menerapkan prinsip biaya.
2. Selama
periode penggunaan, menerapkan prinsip penandingan.
3. Pada
disposisi, menerapkan prinsip pendapatan. Keuntungan atau kerugian yang diakui
atas pelepasan sama dengan selisih antara pertimbangan yang diterima.
Mencatat
Biaya Pembelian Aktiva Tak Berwujud
Sesuai
dengan prinsip biaya, aktiva tak berwujud harus dicatat pada saat diakuisisi
dengan biaya ekuivalen kas saat ini. Biaya ini termasuk harga beli, biaya
transfer dan hukum, dan setiap pengeluaran lainya yang berkaitan dengan
akuisisi. Biaya akuisisi merupakan biaya pasar saat ini dari semua penukar yang
diserahkan atau dari aktiva yang diterima, mana yang lebih dapat ditentukan.
Perlakuan akuntansi untuk berbagai jenis
aktiva tak berwujud
|
Cara Akuisisi
|
|
Jenis
|
Pembelian
|
Dibuat secara internal
|
|
1.
Aktiva tak Berwujud
yang dapat diidentifikasi secara terpisah (hak paten, merek dagang, dan biaya
organisasi)
|
1. Di
kapaitalisasikan pada biaya akuisisi.
2. Diamortisasi
selama umur hukum atau estimasi masa manfaat mana yang lebih singkat dengan
umur maksimum 40 tahun
|
1. Dibebankan
atau dikapitalisasi tergantung pada aktiva tak berwujud tertentu.
2. Jika
dikapitalisasi, akan di amortisasi sebagai aktiva tak berwujud yang dibeli.
|
|
2. Aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi
secara terpisah (goodwill)
|
|
1. Dibebankan
pada saat terjadinya.
2. Tidak
tersedia pilihan untuk pengkapitalisasian, sehingga tidak akan ada amortisasi
|
Mencatat
Biaya Aktiva Tak Berwujud yang Dibuat secara Internal.
Kadang
kala perusahaan membuat sendiri aktiva tak berwujud, seperti paten. Hanya biaya
yang secara spesifik dapat diidentifikasi dari penciptaan aktiva tak berwujud
tersebut hanya akan diidentifikasi. Jadi, walaupun perusahaan telah
mengeluarkan biaya penelitian yang sangat besar untuk membentuk hal yang
dipatenkan, namun hanya biaya untuk mendapatkan paten tersebut yang dikapitalisasi
sebagai aktiva. Karena kendala ini, biaya yang dikapitalisasi untuk aktiva tak
berwujud yang dibuat secara internal mungkin tidak mencerminkan nilainya,
sedangkan biaya yang dikapitalisasi untuk aktiva tak berwujud yang dibeli
melalui transaksi yang wajar diasumsikan mencermikan nilainya.
Amortisasi
Biaya Aktiva Tak Berwujud
Beberapa fakor
yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi umur aktiva tak berwujud :
1. Ketentuan
hukum, peraturan, atau kontraktual yang dapat membatasi umur manfaat maksimum.
2. Ketentuan
untuk pembaruan ( renewal ) atau perpanjangan ( extension ) yang dpat mengubah batas
umur masa manfaat aktiva tersebut.
3. Pengaruh
keusangan, permintaan, dan factor ekonomis lainya yang dapat mengurangi umur manfaat.
4. Perkiraan
umur pelayanan ( service life ) dari seorang atau kelompok pegawai.
5. Tindakan
yang diharapkan dilakukan pesaing dan pihak lainya yang dapat membatasi keunggulan
kompetitif yang sudah ada.
6. Umur
manfaat yang tidak terbatas dan masa manfaat yang tidak dapat diproyeksikan
dengan layak.
7. Apakah
aktiva tak berwujud itu terdiri dari berbagai factor individual dengan umur
manfaat efektif yang bervariasi.
Menurut sifatnya itu, maka aktiva
tak berwujud jarang mempunyai nilai residu. Biaya aktiva tak berwujud yang
tidak memiliki masa umur manfaat yang dapat ditetntukan atau umur hukum tidak terbatas
juga harus diamortisasi berdasarkan estimasi umur manfaatnya.
Penurunan Nilai Aktiva Tak Berwujud
Jika
jumlah yang tidak didiskontokan atas arus kas masuk yang diharapkan dari
penggunaan aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi lebih kecil dari nilai
buku yang belum diamortisasikan, maka aktiva tak berwujud disesuaikan ke nilai wajarnya.
Kerugian penurunan ini langsung diakui sebesar perbedaan antara nilai buku dan
nilai wajar. Niali buku aktiva yang telah direvisi akan diamortisasi selama
sisa umur manfaat aktiva tersebut, tetapi periode amortisasi tidak lebih dari
40 tahun.
Pelepasan Aktiva Tak Berwujud
Ketika
sebuah aktiva tak berwujud dijual, dipertukarkan, atau dilepaskan, biaya yang
belum diamortisasi harus dihilangkan dari akun keuntungan atau kerugian
pelepasan diakui dan dicatat. Keuntungan atau kerugian adalah sama dengan
perbedaan antara hasil bersih dari pelepasan dan biaya yang belum diamortisasi.
Aktiva Tak Berwujud yang dapat dipertukarkan
Aktiva
Tak Berwujud yang dapat dipertukarkan adalah adalah aktiva tak berwujud yang
dapat diidentifikasi sebagian dari aktiva lainya dan dapat dijual secara
terpisah. Contohnya : mencangkup hak paten, hak cipta, merek dagang, dan
waralaba ( tetapi bukan biaya organisasi )
Goodwill
Adalah kelebihana-kelebihan, keistimewaan tertentu
yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh
pihak lain. Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa karena perusahaan memiliki
reputasi manajemen yang sangat bagus, menghasilkan suatu produk unggul yang
sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan lain-lain.
Paten
Paten
adalah sebuah hak khusus yang diakui secara hukum dan terdaftar Di Kantor Hak
Paten Amerika Serikat. Hak tersebut membuat pemegangnya dapat menggunakan,
menjual, dan mengendalikan barang-barang, proses, atau kegiatan yang tercangkup
dalam paten tanpa adanya pengaruh atau gangguan dari luar. Pendaftaran Paten di
Kantor Paten tidak menjamin adanya perlindungan. Sebuah paten tidak akan
menjadi hak khusus, kecuali bila paten tersebut dapat dimenangkan di
pengadilan, jadi ada kesepakatan umum bahwa biaya untuk memepertahankan paten
dipengadilan harus dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya paten. Jika
tuntutan tidak dapat dimenangkan, maka biaya hukum dan biaya paten yang belum
diamortisasi harus dihapus. Kerugian penurunan niali ini harus didebet untuk setiap
jumlah yang diharuskan. Paten memiliki umur hukum selama 17 tahun, walaupun
umur paten biasanya lebih pendek karena kemajuan teknologi dapat menyebabkan
produk kehilangan keunggulan kompetitif dengan cepat.
Hak Cipta
Hak
Cipta adalah sebuah bentuk perlindungan hukum bagi para penulis literatur,
musisi, artistic, dan pekerjaan sejenis. Pemilik hak cipta memiliki hak
ekslusif seperti hak mencetak, mencetak ulang, menyalin pekerjaan, menjual atau
mendistribusikan salainan itu, dan untuk mengerjakan atau mencatat pekerjaan.
Undang-undang hak cipta tahun 1978 melindungi umur hak cipta itu selama umur
penulis ditambah 50 tahun. Hak cipta dapat dijual atau secara kontrakual
diserahkan kepihak lainya. Biaya hak cipta diukur sesuai dengan prinsip biaya.
Jika sebuah hak cipta tidak memiliki umur ekonomis untuk keseluruhan umur
hukumnya, maka biaya hak cipta harus diamortisasi selama peride diharapkan menghasilkan
pendapatan. Hak cipta tidak boleh diamortisasi melebihi sisa umur hukumnya atau
40 tahun, mana yang lebih singkat.
Merek Dagang Dan Nama Dagang
Merek
Dagang ( seperti lambang ‘busur emas’ Mcdonald ) dan Coca-cola adalah nama
symbol atau identitas lain yang membedakan perusahaan produk, jasa. Semuanya
dapat didaftarkan ke Kantor Paten di Amerika untuk memperjelas kepemilikan atau
perlindungan hukum. Merek dagang dan anam dagang yang telah diperbaharui
setelah 20 tahun, yang akan menambah umurnya manjadi tidak terbatas. Jumlah
ekuivalen yang dibayarkan untuk membeli merek dagang akan dikapitalisasi. Biaya
yang secara langsung terjadi dalam pengembangan, perlindungan, perluasan,
pendaftaran, atau mempertahankan merek dagang harus dikapitalisasi dan
diamortisasi selama umur manfaat merek dagang itu atau selama 40 tahun, mana
yang lebih singkat.
Jurnal:
Merek Rp
xxx
Kas Rp xxx
Waralaba
Suatu
waralaba (franchise) adalah perjanjian kontraktual dimana pemilik waralaba
(franchisor) memberikan hak kepada pemegang waralaba (franchise) untuk menjual
produk atau jasa tertentu, untuk menggunakan merek dagang atau nama dagang
tertentu, atau melakukan fungsi fungsi tertentu, biasanya didaerah geografis
yang telah ditentukan.
Franchisor,
yang telah mengembangkan suatu konsep atau produk yang unik melindungi konsep
atau produknya dengan paten, hak cipta, merek dagang, atau nama dagang.
Franchise memperoleh hak untuk memanfaatkan ide ide atau produk franchisor
dengan menandatangani perjanjian waralaba. Jenis waralaba lainnya adalah
perjanjian yang biasa dilakukan oleh pemerintah kota dan penggunaan property
public oleh suatu perusahaan bisnis. Contohnya penggunaan saluran telepon untuk
tv kabel atau penggunaan jalan raya untuk lintasan bis. Hak pengoperasian
seperti itu diperoleh melalui perjanjian dengan unit atau lembaga pemerintah, yang
sering kali disebut sebagai lisensi (licenses) atau ijin.
Perbaikan Leasehold
Lease
merupakan hal yang diberikan oleh salah satu pihak kepada pihak kedua untuk
menggunakan suatu properti, pabrik atau peralatan, yang umumnya untuk jangka
waktu tertentu. Dalam keadaan tertentu, lease dikapitalisasi sebagai aktiva
oleh pihak yang menerima hak untuk menggunakan property, dan pada keadaan
lainya, dan pada keadaan lainya lease tidak dikapitalisasikan.
BIAYA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Biaya penelitian dan pengembangkan
(R&D) (research and
development cost) dengan sendirinya bukan merupakan aktiva tak berwujud. Akan
tetapi akuntansi untuk biaya penelitian dan pengembangan seringkali
menghasilkan pengembangan sesuatu yang dipatenkan atau diberi hak cipta
(seperti produk, prosesseperti produk baru, proses, ide, rumus, komposisi atau
hasil sastra).
Banyak
perusahaan mengeluarkan banyak uang untuk penelitian dan pengembangan guna
menciptakan produk atau proses baru, memperbaiki produk yang ada, dan menemukan
pengetahuan baru yang dapat berfmanfaat dimasa depan. Ada dua kesulitan yang timbul yang timbul dalam akuntansi
untuk pengeluaran penelitian dan pengembangan :
- Mengidentifikasi biaya-biaya
yang berhubungan dengan aktivitas, proyek atau pencapaian tertentu, dan
- Menentukan besarnya manfaat
dimasa depan serta lamanya waktu manfaat tersebut dapat direalisasi.
Karena
ketidakpastian yang terakhir ini, maka praktek akuntansi dibidang ini telah
disederhanakan dengan mensyaratkan bahwa semua
biaya penelitian dan pengembangan harus dibebankan ke beban pada saat
terjadinya.
BIAYA PENDIRIAN PERUSAHAAN
Adalah
pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up
perusahaan sebelum beroperasi, contohnya : pembayaran kepada notaris.
Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud, karena atas
pengeluaran tersebut perusahaan akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu
tahun buku juga, yaitu selama perusahaan masih beroperasi.
BEBAN YANG DITANGGUHKAN
Beban yang ditangguhkan merupakan biaya yangtelah terjadi atau ditangguhkan karena dirasakan manfatnya dapat
dirasakan pada periode mendatang
Contoh : Biaya penelitian dan pengembangan serta pengeluaran piranti Komputer
Tujuan dari beban yang ditangguhkan ini adalah agar dapat mengaitkan manfaat yang diharapkan
DAFTAR
ISI