FOTO SAMPUL

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, ...

Category name clash

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. ...

Test with enclosures

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, ...

Block quotes

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem, varius aliquet, ...

Contributor post, approved

I'm just a lowly contributor. My posts must be approved by the editor.Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at ...

Posted by Unknown - - 0 komentar


Tugas Kelompok
AKTIVA TIDAK BERWUJUD

KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
       Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidaya-Nya sehingga penulis makalah ini dapat dirampungkan.
       Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Dosen Pembimbing yang telah memberikan penulis materi, serta terima kasih kepada rekan-rekan yang telah member sumbangsi kepada penulis dalam mengerjakan makalah ini.
       Makalah ini bertopik “Aktiva Tidak Berwujud” yang di dalamnya membahas tentang segala sesuatu mengenai aktiva tidak berwujud.
       Semoga makalah ini dapat memberi informasi tentang ilmu mengenai aktiva tidak berwujud.
       Penulis sadar akan kekurangan dalam penulisan makalah ini, jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini mohon diberi saran atau masukan yang sifatnya membangun.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Makassar,      April 2011

                                                                                                                    Penulis

Aktiva Tak Berwujud
            Didefinisikan sebagai aktiva modal yang tidak mempunyai wujud fisik dan nilainya tergantung pada hak dan keuntungan dari kepemilikan. Dimana banyak intagibles ini berupa semacam hak monopoli kepada pemiliknya, seperti paten, copyright, franchise dll.

Aktiva tak berwujud mempunyai karakteristik penting, yaitu :
1.    Kurang memiliki eksistensi fisik, tidak seperti aktiva berwujud seperti property, pabrik, dan peralatan, aktiva tak berwujud memperoleh nilai dari hak dan keistimewaan atau privilege yang diberikan pada perusahaan yang menggunakannya.
2.    Bukan merupakan instrument keuangan, aktiva seperti deposito bank, piutang usaha, dan investasi jangka panjang dalam obligasi serta saham tidak memiliki substansi fisik, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai aktiva tak berwujud. Aktiva ini merupakan instrument keuangan dan menghasilkan nilainya dari hak untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa depan.
3.     Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi, Aktiva tak berwujud menyediakan jasa selama periode bertahun tahun. Investasi dalam aktiva ini biasanya dibebankan pada periode masa mendatang melalui beban amortisasi periodic. Akuntansi untuk aktiva tak berwujud mempunyai masalah yang sama dengan akuntansi aktiva jangka panjang lainya, yaitu menentukan nilai terbawa awalnya, akuntansi untuk jumlah setelah akuisisi dalam kondisi bisnis normal (amortisasi), dan akuntansi untuk jumlah jika nilainya turun secara substansial serta terus-menerus.
Klasifikasi Aktiva Tak Berwujud
1.    Cara akuisisi ( manner of acquisition ). Aktiva tak berwujud dapat diperoleh dengan cara membelinya dari entitas lain. Seperti membeli wiralaba atau paten dari orang lain. Cara lain untuk memperoleh aktiva tak berwujud adalah dengan cara membuatnya sendiri melalui operasi, contohnya adalah paten dan merek dagang.
2.    Dapat diidentifikasi ( identifiability ). Beberapa kativa tak berwujud dapat diidentifikasi secara terpisah dari perusahaan lainya. Contohnya hak pataen, merek dagang , dan wiralaba. Aktiva tak berwujud lainya tidak dapat dipisahkan tetapi nilainya dapat diturunkan dari nilai aktiva yang berhubungan denganya. Contohnya adalah goodwill, yang nilainya dibedakan atas beberapa factor seperti loyalitas konsumen atas kualitas produk, dan bukan dari kepemilikan khusus.
3.    Dapat dipertukarkan ( exchangeability ). Beberapa aktiva tak berwujud dapat diidentifikasi dapat dijual maupun dibeli, atau dengan kata lain dapat dipertukarkan. Contohnya termasuk paten, merek dagang dan wiralaba. Aktiv atak berwujud lainya, yang dapat depertukarkan kecual dengan menjual perusahaan itu juga . Contohnya dalah biaya organisasi. Tidak ada pihak lain yang mau membeli biaya organisasi ini secara terpisah ( terlepas dari perusahaanya ). Goodwill adalah contoh aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi dan tidak dapat dipertukarkan. Goodwill hanya hanya akan memepunyai nilai jika dikombinasikan atau dihubungkan dengan aktiva lainya dan tidak dapat diperoleh kecuali dengan mengakuisisi aktiva lainya secara simultan.
4.    Periode manfaat yang diharapkan ( period of expected benefit ). Beberapa aktiva tak berwujud, seperti biaya organisasi, diharapkan dapat memeberikan manfaat kepada perusahaan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Sebagai contoh paten memeiliki umur hokum selama 17 tahun, dan periode manfaat leasehold yang dicantumkan dalam kontrak lease.
Prinsip Akuntansi Dasar untuk Aktiva tak berwujud
            Akuntansi untuk aktiva tak berwujud melibatkan prinsip dan prosedur akuntansi serupa yang diaplikasikan untuk aktiva tak berwujud lainya, seperti properti, pabrik dan peralatan yaitu :
1.    Pada akuisisi menerapkan prinsip biaya.
2.    Selama periode penggunaan, menerapkan prinsip penandingan.
3.    Pada disposisi, menerapkan prinsip pendapatan. Keuntungan atau kerugian yang diakui atas pelepasan sama dengan selisih antara pertimbangan yang diterima.
Mencatat Biaya Pembelian Aktiva Tak Berwujud
Sesuai dengan prinsip biaya, aktiva tak berwujud harus dicatat pada saat diakuisisi dengan biaya ekuivalen kas saat ini. Biaya ini termasuk harga beli, biaya transfer dan hukum, dan setiap pengeluaran lainya yang berkaitan dengan akuisisi. Biaya akuisisi merupakan biaya pasar saat ini dari semua penukar yang diserahkan atau dari aktiva yang diterima, mana yang lebih dapat ditentukan.
Perlakuan akuntansi untuk berbagai jenis aktiva tak berwujud
Cara Akuisisi
Jenis
Pembelian
Dibuat secara internal
1.        Aktiva tak Berwujud yang dapat diidentifikasi secara terpisah (hak paten, merek dagang, dan biaya organisasi)
1.   Di kapaitalisasikan pada biaya akuisisi.
2.   Diamortisasi selama umur hukum atau estimasi masa manfaat mana yang lebih singkat dengan umur maksimum 40 tahun
1.  Dibebankan atau dikapitalisasi tergantung pada aktiva tak berwujud tertentu.
2.  Jika dikapitalisasi, akan di amortisasi sebagai aktiva tak berwujud yang dibeli.

2. Aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi secara terpisah (goodwill)

1.  Dibebankan pada saat terjadinya.
2.  Tidak tersedia pilihan untuk pengkapitalisasian, sehingga tidak akan ada amortisasi

Mencatat Biaya Aktiva Tak Berwujud yang Dibuat secara Internal.
            Kadang kala perusahaan membuat sendiri aktiva tak berwujud, seperti paten. Hanya biaya yang secara spesifik dapat diidentifikasi dari penciptaan aktiva tak berwujud tersebut hanya akan diidentifikasi. Jadi, walaupun perusahaan telah mengeluarkan biaya penelitian yang sangat besar untuk membentuk hal yang dipatenkan, namun hanya biaya untuk mendapatkan paten tersebut yang dikapitalisasi sebagai aktiva. Karena kendala ini, biaya yang dikapitalisasi untuk aktiva tak berwujud yang dibuat secara internal mungkin tidak mencerminkan nilainya, sedangkan biaya yang dikapitalisasi untuk aktiva tak berwujud yang dibeli melalui transaksi yang wajar diasumsikan mencermikan nilainya.


Amortisasi Biaya Aktiva Tak Berwujud
Beberapa fakor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi umur aktiva tak berwujud :
1.      Ketentuan hukum, peraturan, atau kontraktual yang dapat membatasi umur manfaat maksimum.
2.      Ketentuan untuk pembaruan ( renewal ) atau perpanjangan ( extension ) yang dpat mengubah batas umur masa manfaat aktiva tersebut.
3.      Pengaruh keusangan, permintaan, dan factor ekonomis lainya yang dapat mengurangi umur manfaat.
4.      Perkiraan umur pelayanan ( service life ) dari seorang atau kelompok pegawai.
5.      Tindakan yang diharapkan dilakukan pesaing dan pihak lainya yang dapat membatasi keunggulan kompetitif yang sudah ada.
6.      Umur manfaat yang tidak terbatas dan masa manfaat yang tidak dapat diproyeksikan dengan layak.
7.      Apakah aktiva tak berwujud itu terdiri dari berbagai factor individual dengan umur manfaat efektif yang bervariasi.
Menurut sifatnya itu, maka aktiva tak berwujud jarang mempunyai nilai residu. Biaya aktiva tak berwujud yang tidak memiliki masa umur manfaat yang dapat ditetntukan atau umur hukum tidak terbatas juga harus diamortisasi berdasarkan estimasi umur manfaatnya.

Penurunan Nilai Aktiva Tak Berwujud
            Jika jumlah yang tidak didiskontokan atas arus kas masuk yang diharapkan dari penggunaan aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi lebih kecil dari nilai buku yang belum diamortisasikan, maka aktiva tak berwujud disesuaikan ke nilai wajarnya. Kerugian penurunan ini langsung diakui sebesar perbedaan antara nilai buku dan nilai wajar. Niali buku aktiva yang telah direvisi akan diamortisasi selama sisa umur manfaat aktiva tersebut, tetapi periode amortisasi tidak lebih dari 40 tahun.

Pelepasan Aktiva Tak Berwujud
            Ketika sebuah aktiva tak berwujud dijual, dipertukarkan, atau dilepaskan, biaya yang belum diamortisasi harus dihilangkan dari akun keuntungan atau kerugian pelepasan diakui dan dicatat. Keuntungan atau kerugian adalah sama dengan perbedaan antara hasil bersih dari pelepasan dan biaya yang belum diamortisasi.

Aktiva Tak Berwujud yang dapat dipertukarkan
            Aktiva Tak Berwujud yang dapat dipertukarkan adalah adalah aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi sebagian dari aktiva lainya dan dapat dijual secara terpisah. Contohnya : mencangkup hak paten, hak cipta, merek dagang, dan waralaba ( tetapi bukan biaya organisasi )
Goodwill
Adalah kelebihana-kelebihan, keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain. Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus, menghasilkan suatu produk unggul yang sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan lain-lain.
Paten
            Paten adalah sebuah hak khusus yang diakui secara hukum dan terdaftar Di Kantor Hak Paten Amerika Serikat. Hak tersebut membuat pemegangnya dapat menggunakan, menjual, dan mengendalikan barang-barang, proses, atau kegiatan yang tercangkup dalam paten tanpa adanya pengaruh atau gangguan dari luar. Pendaftaran Paten di Kantor Paten tidak menjamin adanya perlindungan. Sebuah paten tidak akan menjadi hak khusus, kecuali bila paten tersebut dapat dimenangkan di pengadilan, jadi ada kesepakatan umum bahwa biaya untuk memepertahankan paten dipengadilan harus dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya paten. Jika tuntutan tidak dapat dimenangkan, maka biaya hukum dan biaya paten yang belum diamortisasi harus dihapus. Kerugian penurunan niali ini harus didebet untuk setiap jumlah yang diharuskan. Paten memiliki umur hukum selama 17 tahun, walaupun umur paten biasanya lebih pendek karena kemajuan teknologi dapat menyebabkan produk kehilangan keunggulan kompetitif dengan cepat.

Hak Cipta
            Hak Cipta adalah sebuah bentuk perlindungan hukum bagi para penulis literatur, musisi, artistic, dan pekerjaan sejenis. Pemilik hak cipta memiliki hak ekslusif seperti hak mencetak, mencetak ulang, menyalin pekerjaan, menjual atau mendistribusikan salainan itu, dan untuk mengerjakan atau mencatat pekerjaan. Undang-undang hak cipta tahun 1978 melindungi umur hak cipta itu selama umur penulis ditambah 50 tahun. Hak cipta dapat dijual atau secara kontrakual diserahkan kepihak lainya. Biaya hak cipta diukur sesuai dengan prinsip biaya. Jika sebuah hak cipta tidak memiliki umur ekonomis untuk keseluruhan umur hukumnya, maka biaya hak cipta harus diamortisasi selama peride diharapkan menghasilkan pendapatan. Hak cipta tidak boleh diamortisasi melebihi sisa umur hukumnya atau 40 tahun, mana yang lebih singkat.


Merek Dagang Dan Nama Dagang
     Merek Dagang ( seperti lambang ‘busur emas’ Mcdonald ) dan Coca-cola adalah nama symbol atau identitas lain yang membedakan perusahaan produk, jasa. Semuanya dapat didaftarkan ke Kantor Paten di Amerika untuk memperjelas kepemilikan atau perlindungan hukum. Merek dagang dan anam dagang yang telah diperbaharui setelah 20 tahun, yang akan menambah umurnya manjadi tidak terbatas. Jumlah ekuivalen yang dibayarkan untuk membeli merek dagang akan dikapitalisasi. Biaya yang secara langsung terjadi dalam pengembangan, perlindungan, perluasan, pendaftaran, atau mempertahankan merek dagang harus dikapitalisasi dan diamortisasi selama umur manfaat merek dagang itu atau selama 40 tahun, mana yang lebih singkat.
Jurnal:
Merek                                                       Rp xxx
                 Kas                                                      Rp xxx            

Waralaba
            Suatu waralaba (franchise) adalah perjanjian kontraktual dimana pemilik waralaba (franchisor) memberikan hak kepada pemegang waralaba (franchise) untuk menjual produk atau jasa tertentu, untuk menggunakan merek dagang atau nama dagang tertentu, atau melakukan fungsi fungsi tertentu, biasanya didaerah geografis yang telah ditentukan.
            Franchisor, yang telah mengembangkan suatu konsep atau produk yang unik melindungi konsep atau produknya dengan paten, hak cipta, merek dagang, atau nama dagang. Franchise memperoleh hak untuk memanfaatkan ide ide atau produk franchisor dengan menandatangani perjanjian waralaba. Jenis waralaba lainnya adalah perjanjian yang biasa dilakukan oleh pemerintah kota dan penggunaan property public oleh suatu perusahaan bisnis. Contohnya penggunaan saluran telepon untuk tv kabel atau penggunaan jalan raya untuk lintasan bis. Hak pengoperasian seperti itu diperoleh melalui perjanjian dengan unit atau lembaga pemerintah, yang sering kali disebut sebagai lisensi (licenses) atau ijin.

Perbaikan Leasehold
                 Lease merupakan hal yang diberikan oleh salah satu pihak kepada pihak kedua untuk menggunakan suatu properti, pabrik atau peralatan, yang umumnya untuk jangka waktu tertentu. Dalam keadaan tertentu, lease dikapitalisasi sebagai aktiva oleh pihak yang menerima hak untuk menggunakan property, dan pada keadaan lainya, dan pada keadaan lainya lease tidak dikapitalisasikan.
BIAYA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
            Biaya penelitian dan pengembangkan (R&D) (research and development cost) dengan sendirinya bukan merupakan aktiva tak berwujud. Akan tetapi akuntansi untuk biaya penelitian dan pengembangan seringkali menghasilkan pengembangan sesuatu yang dipatenkan atau diberi hak cipta (seperti produk, prosesseperti produk baru, proses, ide, rumus, komposisi atau hasil sastra).
            Banyak perusahaan mengeluarkan banyak uang untuk penelitian dan pengembangan guna menciptakan produk atau proses baru, memperbaiki produk yang ada, dan menemukan pengetahuan baru yang dapat berfmanfaat dimasa depan.          Ada dua kesulitan yang timbul yang timbul dalam akuntansi untuk pengeluaran penelitian dan pengembangan :
  1. Mengidentifikasi biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas, proyek atau pencapaian tertentu, dan
  2. Menentukan besarnya manfaat dimasa depan serta lamanya waktu manfaat tersebut dapat direalisasi.
Karena ketidakpastian yang terakhir ini, maka praktek akuntansi dibidang ini telah disederhanakan dengan mensyaratkan bahwa semua biaya penelitian dan pengembangan harus dibebankan ke beban pada saat terjadinya.
BIAYA PENDIRIAN PERUSAHAAN
Adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up perusahaan sebelum beroperasi, contohnya : pembayaran kepada notaris. Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud, karena atas pengeluaran tersebut perusahaan akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu tahun buku juga, yaitu selama perusahaan masih beroperasi.
BEBAN YANG DITANGGUHKAN
Beban yang ditangguhkan merupakan biaya yangtelah terjadi atau ditangguhkan karena dirasakan manfatnya dapat dirasakan pada periode mendatang
Contoh : Biaya penelitian dan pengembangan serta pengeluaran piranti Komputer
Tujuan dari beban yang ditangguhkan ini adalah agar dapat mengaitkan manfaat yang diharapkan






DAFTAR ISI
Binawan Andang L AI, Makalah Aktiva, [Internet] Available from: http://modulakuntansi.files.wordpress.com/2010/01/aktiva.pdf. [accessed april 19 th, 2011]

[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar


Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam suatu periode biasanya dalam satu tahun. Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan oleh sebuah perekonomian suatu negara dalam periode tertentu. Besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian, yaitu :
  1. Besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang ada dalam perekonomian.
  2. Besarnya output nasional merupakan sebuah alat ukur produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara.
  3. Besarnya output nasional merupakan gambaran tentang masalah-masalah struktural yang dihadapi perekonomian.
Itulah sebabnya perhitungan pendapatan nasional yang lebih dikenal sebagai pendapatan nasional merupakan pokok pembahasan dalam teori ekonomi makro. Terdapat beberapa konsep dalam pendapatan nasional, yaitu :
1.       Produk Domestik Bruto (GDP)
2.       Produk National Bruto (GNP)
3.       Produk National Neto (NNP)
4.       Pendapatan Nasional Neto (NNI)
5.       Pendapatan perseorangan (PI)
6.       Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)
I)      PRODUK DOMESTIK BRUTO (GROSS DOMESTIC PRODUCT)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Analisa Mekanisme (kinerja) Ekonomi Nasional berdasar PDB melalui 3 pendekatan,yaitu :
1)      Pendekatan Produksi
2)      Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan
3)      Pendekatan Pendapatan

1)      Pendekatan Produksi
Pendekatan produksi diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai tambah (value added) dari semua sektor produksi. Lalu, besarnya nilai produksi diperoleh dari mana ?
Besarnya nilai produksi (angka-angka PDB) diperoleh dari : nilai tambah (value added) dari berbagai jenis barang & jasa ! yaitu sesuai dengan ISIC (International Standard Industrial Classification) sektor industri dapat diklasifikasikan menjadi 11 sektor industri, yg biasanya terbagi mjd 3 kelompok besar :
A)    Sektor Primer
B)    Sektor Sekunder
C)    Sektor Tersier
Besarnya ‘value added’ tiap sektor, yi : VAs = OPs – IPs
PDB = VAsp + VAss + Vast

 
Sedangkan nilai PDB-nya diperoleh dengan :

2)      Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan
Perhitungan dilakukan dengan cara menjumlahkan permintaan akhir dari unit/komponen2 ekonomi, yaitu:
Konsumsi Rumah Tangga (RT)=C
Perusahaan, berupa investasi/pembentukan modal bruto =I
Pengeluaran Pemerintah (konsumsi/belanja pemerintah) =G
Expor – Impor =( X – M )
Dalam Keseimbangan Perekonomian Nasional, sering di formulasikan dalam persamaan sbb:
PDB = C + I + G + ( X – M)
3)      Pendekatan Pendapatan
Diperoleh dengan cara menghitung jumlah balas jasa bruto (blm dipotong pajak) / hasil dari faktor produksi yang digunakan
PDB = sewa + upah + bunga + laba
Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.
Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
II)  PRODUK NASIONAL BRUTO (GROSS NATIONAL PRODUCT)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
Produk Nasional Bruto (GNP) merupakan pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warganegara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja. Dalam perhitungan, istilah ini lebih sering digunakan karena dapat menggambarkan dengan jelas prestasi ekonomi negara yang bersangkutan tanpa pengaruh dari pihak asing (dalam bentuk penanaman modal asing).
Perlu dibedakan GNP dari NNP (Net National Product) atau produk nasional neto, dimana NNP oleh banyak orang dianggap lebih tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional karena mengeluarkan faktor penggantian modal (depresiasi) dalam perhitungannya. Jadi Pendapatan Nasional Neto (NNP) adalah pendapatan nasional yang hanya memperhitungkan investasi neto (nilai investasi bersih setelah dikurangi depresiasi dari aktiva investasi)
GNP dapat digunakan sebagai indikasi perekonomian suatu negara. Akan tetapi, Indikator tersebut juga mempunyai kelemahan yaitu :
1)      Tidak memperhitungkan kegiatan produksi yang bersifat mikro seperti kegiatan rumah tangga.
2)      Tidak dapat memperhitungkan kegiatan ekonomi bawah tanah (underground enocomy activities) seperti penghindaran pajak, penyelundupan dan bisnis ilegal lainnya.
3)      GNP tidak memperhitungkan nilai dari aktivitas rekreasi
4)      GNP tidak memperhitungkan perubahan kualitas dari barang dan jasa.
5)      GNP tidak memperhitungkan biaya polusi dan biaya yang timbul akibat kerusakan lingkungan.
Dalam menghitung Pendapatan Nasional Bruto, nilai barangb dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh factor faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari Negara yang pendapatan nasionalnya dihitung. GNP dihitung dari faktor-faktor produksi yang dimiliki warga negara sesuatu negara terdapat di negara itu sendiri maupun di luar negeri, maka nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan di luar negeri juga dihitung di dalam Produk Nasional Bruto. Tetapi sebaliknya, dalam Produk Nasional Bruto tidak dihitung produksi yang diwujudkan oleh faktor-faktor produksi milik penduduk atau perusahaan negara lain yang digunakan di negara tersebut.
PNB = PDB – PFN dari Luar negeri
Ket: PNB = Produk Nasional Bruto (Gross National Bruto)
PDB = Produk Domestic Bruto (Gross Domestic Bruto)
PFN = Pendapatan Faktor Neto
PFN dari LN adalah pendapatan faktor neto dari luar negeri. PFN dari LN adalah pendapatan factor faktor produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan factor faktor produksi yang dibayarkan ke luar negeri.



















DAFTAR PUSTAKA

Satriawan, Soemardjo. (1995). Perhitungan pendapatan Nasional. [Internet]. Available From: http://www.kangnanto.com/berita-394-pendapatan-nasional-.html. [Accessed 10 Juni 2011]
Santi., Kumaryono. (1999). Komponen Pendapatan Nasional. [Internet]. Available From: http://yulie2008.blogspot.com/2009/02/komponen-pendapatan-nasional.html. [Accessed 10 Juni 2011]
Syahza, Almasdi. (1998). Ekonomi Makro : Pendapatan Nasional. [Internet]. Available from: http://almasdi.unri.ac.id/bahan_ajar/Ekonomi_Makro/EKONOMI%20MAKRO-2%20Pendapatan%20Nasional.pdf. [accessed 10 Juni 2011]



[ Read More ]